Pilihan ku kamu, apakah ini tepat (?)


Pernah gak sih teman-teman berada di posisi mencintai seseorang dan dicintai oleh seseorang. Kalau dulu orang-orang bertanya bakalan pilih yang mana jika berada di posisi tersebut, aku dengan bangganya pilih lebih baik dicintai oleh seseorang karena bagiku dicintai oleh seseorang berarti orang tersebut rela berkorban, mengejar, berharap sama kita. Tanpa aku ketahui sebab akibat dari pilihan yang aku pilih. 

Sembilan tahun berlalu aku menjalani kehidupan ku dengan pilihan di cintai oleh seseorang. Aku hidup dengan kemauan ku sendiri, dengan ego ku sendiri. Semakin hari aku semakin egois, apapun yang ku lakukan selalu ku anggap benar, walau terkadang orang yang mencintaiku memberiku nasehat, tidak pernah aku dengar. Sampai suatu ketika aku merasa jahat sekali, kalimat yang tidak seharusnya aku keluarkan, aku pikir karena dia lebih mencintaiku, aku pergipun bakalan di kejar, aku tinggalkan bakalan di cari-cari, egoku memuncak, aku merasa menjadi wanita paling benar, aku tidak pernah mendengarkan nasehat dia lagi. 

Sampai suatu ketika saat hubungan kami sedang berada di fase yang membosankan, aku ingin sendirian dan dia sibuk dengan dunia kerjanya sendiri. Aku menemukan rasa yang tidak biasa saat bersamanya. Aku bertemu dengan seseorang dan itu membuat jantungku berdetak kencang. Senyumnya membuat aku hanyut dalam lamunan. Gayanya membuat aku terkesima, setiap hari kami bertemu sampai aku melupakan seseorang yang telah bersamaku selama sembilan tahun. 

Aku sempat berfikir jernih untuk tidak larut dalam perasaan semata ini, aku ingat ada seseorang yang begitu mencintaiku, nyatanya hal itu tidak membuatku luluh, hubungan kami semakin renggang, komunikasi kami semakin jarang dan bahkan yang dulunya hampir setiap minggunya bertemu sekarang sekali sebulan pun tidak. 

Perasaanku begitu aneh saat bersama dengan yang baru ini, hal seperti ini tidak pernah ku rasakan saat bersama dia yang sembilan tahun tersebut. Aku mikir keras beginikah rasanya jatuh cinta, beginikah rasanya mencintai seseorang, pikiran ku telah tertutup oleh hari-hari yang ku lalui bersama dengan yang baru. Hal yang tidak pernah ku dapatkan dengan yang lama, keinginan yang tidak terwujud dengan yang lama, hal tersebut ku dapatkan dengan yang baru ini. Hidupku rasanya penuh warna, setiap hari aku selalu menunggu moment saat bersama.
 
Karena perasaan yang membara itu dan perasaan yang tidak ingin menyakiti, akhirnya aku memutuskan untuk mengakhiri hubungan sembilan tahunku. mungkin kalian bakal bertanya-tanya kenapa, semua sudah aku pikirkan dan banyak hal yang tidak bisa ku ungkapkan untuk sekarang di cerita ini. 

Setahun berlalu, hubungan ku dengan yang baru baik-baik saja, aku menikmati setiap moment saat bersama, rasa nyaman, rasa perhatian yang diberikannya membuat aku merasa benar-benar dicintai, berbeda sekali dengan hubungan ku yang lama. Semua hal yang tidak ku dapatkan dari hubungan lama, ku dapatkan di hubungan yang baru ini. Bahkan aku yang dulunya egois, aku yang selalu dibenarkan, sekarang bisa menjadi penurut, pemaaf dan mengakui kesalahan. Yaa, ada hikmah yang ku dpaat, aku tidak semena-mena dalam berucap, aku lebih bisa meghargai pendapat seseorang berkat Dia. 

Kalian tahu, setahun ku menjalani hubungan baru ku, banyak rintangan dan ujiannya. Mulai dari orang tua yang tidak merestui, teman-teman yang menghujat dan kalimat-kalimat yang tidak seharusnya dikeluarkan oleh mereka. Sampai sahabatku bilang hubunganku pasti bakalan sebentar, pasti cuma karena baru-baru jadi masih hangat-hangatnya. Dia terus meyakinkan kalau hubungan kita tidak akan sebentar, hubungan kita akan lama dan serius. Hal itu yang membuat aku ingin bertahan dan berharap semoga ini bukan ucapannya semata. Memang hubungan yang serius yang aku inginkan sekarang. Kalian bisa tebak salah satu hubungan ku berakhir senmbilan tahun karena tidak ada tujuan, mengalir terus, jalani dulu sampai suatu ketika aku mikir mungkin ini hubungan tidak akan bisa serius. Akhirnya aku bisa menjalani hubungan baru ini hampir setahun lebih dan mematahkan omongan orang-orang.

Mungkin kalian juga bertanya-tanya kok move on nya cepat, akupun juga sempat mikir begitu. Hubunganku dengan yang baru hampir 24 jam kami tetap komunikasi, apapun itu kalau ada waktu kami sempatkan buat bertemu walau sebentar. Emang gak bosan ? Bagiku enggak, malah aku suka hubungan yang begini, ketemu dan komunikasi itu penting bagiku, karena akar dari permasalahan ku yang dulu adalah jarang komunikasi. 

Aku bingung mau cerita yang mana lagi, jika kalian tertarik dengan ceritaku, bisa dikomen atau kasih saran yaa, terkadang inspirasi ku muncul di saat keadaan suasana hatiku sedang tidak baik-baik saja. 

Komentar